Sejarah Depok: Mak Uyut Cerewet, Makam Tanpa Nisan
Pramono - Depoknews.com | Friday, 12/4/13 , 09:00 WIB | 2820 Views | 2 Comments

lukisan perempuandepoknews.com | Sutrisno Singotirto (46), lama menunggu jawaban tentang Mak Uyut Cerewet. Itu terjadi ketika tahun 1998 dia pertama kali pindah menetap di Kampung Setu, Cilangkap, Tapos.

“Saya heran, setiap ada undangan kenduri, tahlilan, atau syukuran di kampung itu pemilik rumah selalu menyebut dan mengirimkan doa kepada Mak Uyut Cerewet. Siapakah dia sesungguhnya?,” ujarnya ketika bertemu depoknews.com.

Ternyata teka-teki Mak Uyut Cerewet itu sebagian terjawab dari buku Jejak Pahlawan Kali Sunter. Nama sesungguhnya Dewi Kemuning. Diperkirakan Mak Uyut Cerewet masih ada keturunan dari Majapahit.

Pertanyaannya, mengapa Dewi Kemuning berkelana sejauh itu? padahal jarak dari Majapahit di Jawa Timur, hingga menetap di Tapos, Depok, Jawa Barat sangat jauh dimasa itu. Hal ini kiranya menarik untuk perlu ditelusuri lebih lanjut.

Bagi yang penasaran, silakan datang ke kampung  Setu, Cilangkap. Letak makam itu adanya di RW 08. Di kompleks itu ada 3 makam, yaitu makam Mak Uyut Cerewet, Nyai Dewi Sekar Rinonce, dan Raden Sapujagat.

Ketiga makam itu sangat sederhana. Yang menarik, di kompleks makam yang teduh itu tampak selalu bersih. Seakan selalu ada orang yang menyapunya. Bahkan karena bersihnya, seperti tidak ada daun yang jatuh.

(Pram/dn) foto : ilustrasi




Comments

comments

Baca Berita Lainya :
Displaying 3 Comments
Have Your Say
  1. singotirto says:

    Kampung setu merupakan perkampungan ditengah-tengah padang golf
    yang sejuk dan asri. didalamnya dihuni masyarakat yang agamis
    dan tolerans. degan adanya makam 3 orang tokoh pejuang yang
    terlupakan tersebut, maka kampung itu dapat dijadikan “kampung
    wisata sejarah”

  2. sam says:

    ternyata dikmpung saya yg namanya nde crewet adalah keturunan dari para raja,baru tau saya

  3. jay says:

    Sekedar informasi saja di area makam ma Cerewet, ada pohon besar. Yang anehnya walaupun banyak pohon, area makam tersebut terlihat selalu bersih seperti ada orang yang menjaganya / menyapunya. Padahal wilayah makam tersebut tanahnya merah, jika ada daun berjatuhan pastilah mudah terlihat. Tapi faktanya daun sama sekali tidak ada yang berserakan ditanah. Seperti ada yang menjaganya. Saya sering ke sana saat ziarah ke makam ibu mertua saya (Ibu Masni binti Madosih). dan makam tersebut sangat sederhana. Konon makam tidak boleh dikeramik, hanya boleh nisannya saja untuk penamaan. Selain itu letaknya yang dekat dengan stadion Porkas Jaya F.C. membuat Makan ma cerewet ini mudah untuk ditelusuri. apalagi setiap tahun di stadion tersebut selalu menyelenggarakan Kejuaraan sepak bola Porkas Jaya Cup, membuat area makam ma Cerewet tampak ramai. Kiranya Pemda Depok dapat menjaga dan memperhatikan asset sejarah yang ada di kp. Setu ini.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>



iklan