Earth Day

Misi Penyelamatan Bumi: Bermula Dari Keranjang Sampah Kita
- - depoknews.com | Monday, 22/4/13 , 12:00 WIB | 577 Views | 0 Comments

hari-bumiPeringatan hari bumi sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 April hanya akan menjadi peringatan tanpa makna yang cepat berlalu seiring bergantinya tahun manakala tidak diikuti dengan langkah nyata penyelamatan bumi.

Penetapan tanggal 22 April untuk hari bumi bukan berarti pada hari itu saja kita berbuat untuk masa depan yang lebih baik bagi planet tercinta ini, akan tetapi pada tanggal tersebut dijadikan momen bagi kita untuk merintis langkah dan kerja nyata yang belum pernah kita lakukan ataupun meneruskan langkah dan kerja nyata yang sebelumnya sudah kita mulai dalam rangka misi penyelamatan bumi.

Misi penyelamatan bumi tersebut hendaknya bersifat kontinyu atau berkesinambungan. Hal kecil tapi kontinyu yang bisa dilakukan tiap individu untuk menyelamatkan planet bumi ini akan lebih baik dibandingkan dengan hal besar tapi sesaat saja tanpa ada kesinambungan.

Seperti apa sajakah hal kecil yang secara terus menerus bisa dilakukan dalam rangka misi penyelamatan bumi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya coba kita lihat keranjang sampah di rumah kita masing-masing, apakah yang terjejal di dalamnya? Pernahkah kita berfikir bahwa isi keranjang sampah yang kita hasilkan setiap hari akan mengancam keselamatan planet Bumi? Jawabannya memang benar bahwa planet bumi ini tengah terancam keselamatannya akibat isi keranjang sampah kita.

Hal tersebut terjadi karena selama ini kita tidak bertanggungjawab terhadap sampah yang kita hasilkan, dan terlalu mengandalkan orang lain akan perlakuan terhadap sampah tersebut. Padahal sejatinya bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan setiap hari itu tidak memberatkan kita, persepsi kita-lah yang membuat kita berat bertanggungjawab terhadap sampah.

Selama ini persepsi kita tentang sampah adalah negatif yaitu bau, kotor, jorok, tidak berharga, sehingga harus disingkirkan sejauh mungkin. Padahal sebetulnya sampah itu bisa menjadi tidak bau, tidak kotor, tidak jorok dan berharga bagi kita jika kita mengetahui perlakuan yang benar terhadapnya.

Untuk mengetahui perlakuan yang benar terhadap sampah maka kenalilah terlebih dahulu “Pilah Sampah”. Jika kita ingin supaya sampah tidak bau, tidak kotor, tidak jorok dan berharga maka lakukanlah pemilahan sampah yaitu memisahkan antara sampah organik dan non organik pada bak sampah berbeda.

Jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan sehari-hari kita dan orang-orang di rumah kita. Pada awalnya tetapkan sebagai kewajiban, kalau perlu terapkan “reward and punishment” sehingga dianggap tidak main-main supaya orang rumah mau melaksanakannya.

Setelah sampah terpilah antara organik dan non organik lalu kenalilah si penyelamat bumi yaitu 3 R Reduce (mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang) sampah.

Hal sederhana yang bisa dilakukan setiap individu dalam melaksanakan 3 R adalah sebagai berikut:

Reduce (mengurangi), contohnya adalah:

  1. Menggunakan seminimal mungkin cairan pembersih lantai, pembersih kaca, sabun, deterjen, dan materi sejenis yang limbahnya mencemari lingkungan;
  2. Menggunakan tas belanja untuk mengurangi jenis sampah kresek;
  3. Menggunakan wadah/tempat makan untuk mengurangi jenis sampah plastik bening, kertas nasi, stereofoam, dll
  4. Menggunakan produk-produk isi ulang (refill) untuk mengurangi sampah botol plastik;
  5. Menggunakan email (surat elektronik) untuk mengurangi berkirim surat dengan menggunakan kertas;
  6. Memilih produk yang terbuat dari material daur ulang (recycled material), seperti kertas daur ulang dan tissu kamar mandi yang terbuat dari bahan daur ulang;
  7. Memilih produk elektronik yang hemat energi yaitu yang menggunakan daya minimal tetapi menghasilkan output yang baik, seperti lampu TL hemat energi;
  8. Memilih produk dengan kemasan yang paling minimal (less packaging), seperti contohnya buah-buahan yang tidak diberi sarung/bungkus stereofoam;
  9. Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang seperti produk plastik yang memiliki logo Daur ulang dengan tulisan PP dan angka 5 di tengahnya, tulisan PETE dan angka 1 ditengahnya, tulisan HDPE dan angka 2 ditengahnya dan menghindari produk yang kemasannya tidak bisa didaur ulang seperti misalnya stereofoam.
  10. Menghindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu, yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar dan produk sekali pakai;
  11. Merawat dan memperbaiki barang-barang, baik elektronik maupun selainnya, untuk menghindari kerusakan sehingga terjadi pembuangan dan pembelian barang yang terlalu sering.
  12. Meminjam atau menyewa peralatan yang pemakaiannya tidak sering seperti dekorasi pesta, dan furnitur.
  13. Mematikan alat elektronik yang tidak terpakai pada waktunya, misalnya lampu, kipas angin, AC, Televisi, dll untuk mengurangi pemakaian bahan bakar

Reuse (mengggunakan kembali), contohnya adalah:

  1. Memilih benda yang dapat digunakan ulang, seperti menggunakan serbet/kain daripada menggunakan tissu; menggunakan baterai yang bisa dicharge kembali;
  2. Menggunakan kembali wadah/tempat cat untuk dijadikan tong sampah, atau untuk ember tempat penampungan air;
  3. Menggunakan kembali sisi kertas (dibaliknya) yang masih kosong untuk mencetak dokumen, untuk corat-coret notulensi rapat, dll;
  4. Menggunakan kembali botol kaca bekas syrup untuk tempat penyimpanan minuman air putih

Recycle (mendaur ulang), contohnya adalah:

  1. Mengolah sampah organik menjadi kompos;
  2. Mengolah sampah kertas menjadi kertas kembali atau karton

Tidak berat bukan misi penyelamatan bumi ini? Jika belum bisa melaksanakan semuanya maka lakukanlah yang mudah dulu saat ini tapi harus secara kontinyu, karena sejatinya menyelamatkan bumi adalah menyelamatkan diri kita sendiri.

Menyambut“Earth Day”

Oleh Paridah, S.Si., M.Si.
Ketua Biro Kajian dan Penelitian Lingkungan WPL
(Wanita Peduli Lingkungan)

Comments

comments

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Baca berita terkait lainya

iklan